"Selamat Datang di Website SD Plus Hang Tuah 1 Jakarta"

Peduli WISATA BAHARI, berarti Peduli TERUMBU KARANG


Potensi Wisata bahari yang sangat besar tersebut ternyata belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Pulau ini. Kenyataan yang terjadi saat ini masih jauh dari harapan. Sektor wisata bahari dinilai berkembang masih sangat lambat dan cenderung jalan di tempat. Padahal tak sedikit dana yang telah dikucurkan untuk menyukseskan program Visit Babel Archi (VBA) 2010 yang merupakan program utama meningkatkan sektor pariwisata. Pulau Belitung lebih beruntung karena booming film laskar pelagi yang merupakan ajang promosi wilayah yang paling efektif dan efisien. Namun di Pulau Bangka, potensi besar itu sedang menunggu kehancuran. Sungguh menyedihkan.

Ekosistem terumbu karang di Pulau Bangka menunggu detik-detik kehancurannya. Mengikuti kehancuran tetangganya yaitu ekosistem darat yang telah luluh lantak akibat penambangan timah darat yang sekarang mulai ditinggalkan. Penambangan timah mulai bergeser ke perairan pesisir Pulau Bangka. Perlahan tapi pasti jumlah kapal keruk, kapal hisap dan TI apung semakin bertambah. Sedimentasi yang diakibatkan akibat aktivitas penambangan timah di daerah pesisir akan menutup polip karang sehingga akan menyebabkan kematian karang. Memang setiap kegiatan pertambangan skala menengah hingga besar di daerah laut harus melalui tahap analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), namun sayangnya kontrol terhadap aktivitas pertambangan di lapangan sangat lemah oleh pihak terkait. Terbukti! Dari hasil pantauan satelit yang dimiliki Badan koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) 100% kapal hisap yang beroperasi di perairan Babel beroperasi diluar wilayah yang sudah ditentukan (Bangkapos, 9 November 2008).

Beberapa lokasi yang sebenarnya merupakan aset wisata bahari yang sangat potensial kini mengalami kerusakan yang bervariasi mulai dari kerusakan yang ringan hingga kerusakan yang permanen. Sebagai contoh Pantai Tanjung Kerasak Kabupaten Bangka Selatan, pantai yang sangat indah tampak luar itu kini hanya menyisakan onggokan karang mati yang tertutup sedimen sekitar 2 cm dan mulai ditumbuihi makroalga akibat penambangan TI Apung dikawasan pantai cantik ini (www.ubb.ac.id/indexkarang.php). Kerusakan yang bersifat permanen diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 50 tahun untuk kembali karena harus menungggu individu koloni karang baru tumbuh. Itu pun dapat terjadi jika faktor kerusakan tidak terjadi lagi selama proses recovery berlangsung. 

Sama seperti di daerah darat Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang telah luluh lantak oleh penambangan yang hampir tak bisa terkontrol. Kondisi penambangan di daerah pesisir pun mengindikasikan hal yang serupa. Perlu diketahui bahwa ekosistem yang memiliki nilai estetika tinggi yang dihuni oleh berbagai jenis biota laut dengan beraneka warna dan rupa ini adalah ekosistem yang sangat rapuh. Perubahan kondisi alam sangat mudah menyebabkan kondisi ekosistem terumbu karang meajadi menurun bahkan mati jika telah melampaui batas ambang toleransi. Salahsatu faktor utama yang menyebabkan kematian karang adalah sedimentasi akibat aktivitas penambangan timah di daerah pesisir. 

Tahun 2010 pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung rencananya akan mengucurkan dana sebesar 15 Milliar untuk menyukseskan kegiatan VBA (Babelpos, 11 Sepetember 2009). Sayangnya anggaran tersebut ternyata sebagian besar masih berisi program-program konvensional yang tak jauh berbeda dengan program rutinitas tahun-tahun sebelumnya seperti mengadakan festival. Selain itu, terdapat pula program promosi center, pemasangan baliho di bandara soekarno hatta dan launching VBA. Secara umum, tujuan dari semua kegiatan itu adalah untuk mempromosikan potensi daerah ini agar para wisman dan wisnus berbondong-bondong berkunjung. Namun apakah program ini berhasil? Angka penginapan hotel oleh wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hanya 28 orang pada bulan Maret 2009 dan 75 orang pada bulan April 2009 (Berita Resmi Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung No. 77/06/19/Th.VII, 1 Juni 2009).

Tak masuk akal jika anggaran yang dihabiskan untuk kegiatan promosi terhadap sektor pariwisata cukup besar. Namun hasil yang diharapkan masih jauh dari harapan padahal begitu besarnya potensi wisata bahari di daerah ini. Bagaimana mungkin program ini akan berhasil, jika di satu sisi kita mempromosikan potensi wisata bahari daerah ini, namun disisi lain kegiatan pengrusakan dan tekanan terhadap harta paling berharga dari wisata bahari ”ekosistem terumbu karang” terus terjadi. 

Mengembangkan sektor pariwisata bahari tanpa memperhatikan terhadap kelestarian ekosistem terumbu karang akan menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Ini bukan hanya menjadi tanggung Dinas Kelautan dan Perikanan daerah namun menjadi tanggung jawab semua sektor terkait untuk menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang. Sayangnya, selama ini perhatian terhadap ekosistem terumbu karang di daerah kita baru sebatas rehabilitasi terumbu karang yang rusak dengan penanaman terumbu karang buatan dan kajian-kajian identivikasi atau inventarisasi ekosistem terumbu karang di daerah-daerah tertentu. Program nyata dalam menjaga keletariannya secara efektif dan logic masih terus dinantikan kesuksesannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sampai saat ini. 

Timah memang merupakan anugerah yang dititipkan Tuhan Yang Maha Esa bagi daerah kita. Sebagai pulau yang dijuluki lumbung timah dunia kita layak berbangga. Namun, menggantungkan masa depan terhadap timah adalah kesalahan besar karena bahan tambang yang tak dapat diperbaharui ini lama kelamaan akan tidak potensial lagi untuk di tambang. Mengoptimalkan potensi non-tambang yang ada di daerah kita adalah solusi nyata untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan. Tak masuk akal, jika dimasa sekarang penambangan timah telah dan akan menghancurkan sektor-sektor unggulan seperti wisata bahari. Harus ada langkah tegas dan konkrit untuk mengatur semua ini agar tak bertambah rumit dan potensi yang besar itu terselamatkan. Sektor yang sebenarnya dapat menjadi pemeran utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pintu rezeki bagi generasi di pulau ini pasca penambangan timah.

SD Plus Hang Tuah 1 Jakarta
Jl. Gorontalo III /24 Sungai Bambu Tanjung Priok - Jakarta 14330 INDONESIA
Telp : 021.4371028 / 021.4360514 Fax : 021.4371028
e-Mail : sdplusht1@yahoo.co.id