"Selamat Datang di Website SD Plus Hang Tuah 1 Jakarta"

Lumba-Lumba saling menyapa

TAHUKAH KAMU,
KETIKA LUMBA - LUMBA SALING MENYAPA

Rupanya budaya ramah tamah juga berlaku dalam kehidupan lumba-lumba. Hewan mamalia air ini saling menyapa dan mengucapkan salam bila bertemu satu sama lain di laut lepas. Salam ala lumba-lumba Bottlenose ini ditunjukkan dengan bunyi siulan yang khas. Dalam dunia manusia, siulan ini barangkali dapat diartikan, “Halo nama saya George, saya seekor lumba-lumba dewasa berumur 3 tahun yang ingin bersahabat denganmu”

Riset sebelumnya telah menunjukkan bahwa lumba-lumba menamai diri mereka masing-masing dan berkomunikasi satu sama lain untuk bertukar info penting. Beberapa ilmuwan bahkan menyakini sistem komunikasi yang dimiliki oleh lumba-lumba ini lebih baik daripada manusia.

“Menurut saya, istilah bahasa menggambarkan sistem komunikasi manusia. Bahasa merupakan kemampuan khusus kita”, ujar Vincent Janik dari University of St. Andrews Sea ,” Bisa saja ada sistem komunikasi yang dengan tingkat kerumitan yang hampir sama. Saya pikir setem komunikasi lumba-lumba ini merupakan yang paling kompleks diantara hewan-hewan”

Janik dan koleganya, Nicola Quick mengadakan observasi di pantai timur laut Skotlandia. Dengan menggunakan perahu kecil yang tidak menimbulkan suara berisik, mereka membuntuti lumba-lumba liar dan merekam suaranya.
Hasil analisis dari observasi tersebut menunjukkan bahwa lumba-lumba biasanya berenang bersama dengan pelan dan tak banyak bicara.

“Ketika bertemu dengan rombongan lain, biasanya beberapa lumba-lumba akan mulai memperdengarkan siulan khas masing-masing”, ujar Vincent Janik, ”Kemudian kami mendengar lumba-lumba dari kelompok lain menyahut dengan siulan khas mereka juga. Setelah itu, kedua kelompok ini akan bergabung dan berenang bersama dengan tenang”
Para peneliti menyadari bahwa biasanya hanya ada satu ekor lumba-lumba yang bersuara sebelum kedua kelompok tersebut saling bergabung. Ini berarti mereka menunjuk seorang juru bicara untuk mewakili keseluruhan kelompok. Biasanya sang juru bicara ini adalah lumba-lumba tertua yang menjadi “sesepuh” mereka.

"Dalam hal ini, siulan yang bersahut-sahutan ini lebih dari sekedar sapaan ramah yang hanya digunakan pada saat perkenalan pertama”, lanjut Janik lagi.
Lumba-lumba pada jarak yang jauh akan lebih menggantungkan diri mereka pada gema dan suara sebagai alat komunikasi dari pada sinyal visual dan bau. Begitu tajamnya telinga mereka, lumba-lumba bahkan dapat mendengar suara siulan teman-temannya dalam jarak 6 mil dan di tengah-tengah suara berisik lainnya.

Heidi Harley seorang ahli lumba-lumba Bottlenose yang juga merupakan  seorang Profesor Psikologi di New College of Florida meyakini bahwa penelitian ni merupakan kunci rahasia untuk memahami bagaimana lumba-lumba menggunakan siulan khas mereka dalam interaksi sosial.

Penelitian menarik ini dipublikasikan dalam jurnal Royal Society B.

SD Plus Hang Tuah 1 Jakarta
Jl. Gorontalo III /24 Sungai Bambu Tanjung Priok - Jakarta 14330 INDONESIA
Telp : 021.4371028 / 021.4360514 Fax : 021.4371028
e-Mail : sdplusht1@yahoo.co.id